Ciri Kanker Usus Besar

13

Kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi di daerah di usus besar. Usus besar sendiri adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan di daerah perut. Kanker usus besar biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Meski demikian, kanker ini memiliki potensi untuk terjadi pada usia berapa pun. Pembentukan kanker pada umumnya diawali dengan adanya sebuah gumpalan dengan ukuran kecil yang masih berupa sel jinak atau umum disebut dengan istilah polip. Gumpalan tersebut terletak pada bagian dalam usus besar. Seiring berjalannya waktu, kumpulan dari beberapa polip ini dapat menjadi kanker usus besar. Polip mungkin tampak kecil dan menghasilkan sedikit gejala atau tanpa gejala sekalipun sehingga para dokter merekomendasikan tes skrining secara teratur untuk membantu mencegah kanker usus besar dengan mengidentifikasi dan menghilangkan polip sebelum berubah menjadi kanker.

 

Kanker usus besar banyak ditemui tergabung dengan organ dubur, dalam istilah medis disebut juga dengan kanker kolorektal yang merupakan istilah penggabungan kanker usus besar dan kanker dubur. Tanda dan gejala kanker usus besar adalah sebagai berikut.

  1. Perubahan terus-menerus dalam kebiasaan buang air besar, termasuk diare, sembelit atau perubahan dalam konsistensi feses.
  2. Pendarahan dubur atau darah di tinja.
  3. Ketidaknyamanan perut yang persisten, seperti kram, penuh gas, atau nyeri.
  4. Perasaan bahwa usus tidak kosong sepenuhnya.
  5. Kelemahan atau kelelahan.
  6. Penurunan berat badan secara signifikan tanpa disertai perubahan gaya hidup khususnya pola makan.

Tidak sedikit orang yang mengidap kanker usus besar namun tidak menunjukkan gejala apapun di awal tahap berkembangnya penyakit. Tingkat stadium untuk menentukan gejala itu tumbul juga sangat bervariasi. Beberapa diantaranya muncul gejala ketika stadium akhir. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi kita semua khususnya orang-orang yang memiliki risiko tinggi seperti usia diatas 50 tahun dan punya riwayat keturanan kanker untuk secara rutin melakukan pemeriksaan skrining ke pelayanan kesehatan. Selanjutnya, anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter terkait pencegahan dan pengobatan (bagi pasien yang dinyatakan positif cancer)